Empat Nama Muncul Jelang Muscab PKB Kendal, Benny Karnadi Pilih Fokus Dampingi Bupati
KENDAL — Menjelang perubahan kepemimpinan di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kendal, suasana mulai memanas. Keputusan siapa yang akan memimpin DPC PKB periode berikutnya menjadi sorotan, terutama setelah empat nama kader senior muncul sebagai kandidat kuat menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) pada 19 April 2026. Pertarungan tidak resmi ini mencerminkan pressure politik yang tumbuh di internal partai, di tengah ambisi mempertahankan kekuatan jelang pemilu mendatang.
Keempat nama yang disebut-sebut adalah Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq, Ketua DPC PKB periode 2019–2024 Muhammad Makmun, Wakil Bupati Benny Karnadi, dan anggota DPRD Jawa Tengah Kholid Abdillah. Meski namanya masuk bursa, Benny Karnadi justru menegaskan fokusnya pada tugas pemerintahan. "Saya lebih memilih support penuh kepada bupati dalam menjalankan roda pemerintahan," ujarnya, menekankan komitmennya pada stabilitas birokrasi ketimbang risk politik baru.
Benny bahkan memuji kinerja pengurus lama, menyebut mereka sukses memperbesar pengaruh PKB di daerah. "PKB kini punya kursi terbanyak di DPRD, dan ketua DPRD serta wakil bupati dari PKB — ini bukti public trust yang kuat," katanya. Ia mengaku tidak tahu-menahu soal pencalonannya, menegaskan bahwa penetapan ketua adalah kewenangan DPP yang mempertimbangkan kebutuhan strategis partai, bukan hasil manuver internal.
Di sisi lain, Makmun menjelaskan bahwa Muscab kali ini bukan ajang pemilihan langsung, melainkan forum report dan penjaringan. Tim dari DPP dan DPW hadir untuk mengkaji kelayakan calon. "Nama-nama akan diumumkan, peserta bisa mengusulkan, tapi final decision ada di tangan DPP," jelasnya. Ia menyatakan kesiapan menerima tugas apa pun, menunjukkan disiplin partai yang tetap menjadi core value meski di tengah persaingan tak resmi.
Benny bilang fokus pada bupati, tapi politik itu selalu penuh calculation perhitungan. Dukungan sekarang bisa jadi modal nanti.
Justru ini bagus, DPP yang putuskan. Biar nggak ribut. Tapi tetap harus transparan, jangan sampai public trust kepercayaan publik rusak gara-gara spekulasi.
Empat nama besar. Tapi kalau Makmun lanjut, itu bisa bacaan soal continuity keberlanjutan dan stabilitas.
Yang lucu itu dia bilang 'nggak tahu' masuk bursa. Pasti tahu. Tapi gaya politiknya emang harus begini, pura-pura neutral netral.
Intinya DPP yang pegang kendali. Muscab cuma formalitas. pressure Tekanan sebenarnya ada di DPP: milih yang bisa menang, bukan cuma setia.
Semoga yang terpilih benar-benar bisa bawa change perubahan, bukan cuma ganti wajah tapi kerjaan sama.