Sentil Ubedillah Badrun, KNPI: Jangan Bungkus Pernyataan Politis Pakai Jubah Akademisi
Sentil Ubedillah Badrun, KNPI: Jangan Bungkus political opinion Pakai Jubah Akademisi — begitu tegas Haris, perwakilan dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), menanggapi pernyataan kontroversial yang dinilai menyamarkan position di balik narasi akademik.
Haris menyoroti seruan pemakzulan yang dilontarkan oleh akademisi tersebut. Ia menekankan bahwa wacana semacam itu tidak boleh dihadirkan kepada publik tanpa dasar konstitusional yang kuat, karena berpotensi menimbulkan risk besar terhadap stabilitas nasional. "Pemakzulan adalah mekanisme serius dalam sistem ketatanegaraan. Tidak bisa didorong oleh opini sepihak atau emotional framing saja," tegasnya.
Menurut Haris, pernyataan yang dibalut sebagai kajian akademis justru bisa menyesatkan, karena seolah memberi legitimasi ilmiah pada sebuah claim politik. "Konsekuensi dari pernyataan ini sangat serius, terlebih ketika datang dari seorang akademisi yang seharusnya objektif," ujarnya. Ia menekankan pentingnya bukti hukum dan prosedur formal, bukan sekadar public pressure atau narasi viral.
Ia juga mengingatkan bahwa kritik terhadap pemerintah sah harus tetap dalam koridor yang konstruktif. Mengaitkan potensi gerakan sosial untuk menjatuhkan kekuasaan dinilai berlebihan dan disruptive . Haris menegaskan akademisi seharusnya menjadi penjernih di tengah hiruk-pikuk politik, bukan justru memperkeruh suasana dengan wacana yang memicu public unrest .
Setuju, akademisi harus netral. Kalau sudah masuk ranah politik praktis, jangan pakai jubah kampus.
Tapi apa bedanya dengan opini pakar yang sering muncul di media? Harusnya boleh saja, asal tidak provokatif dan tetap pakai data. public pressure tekanan publik itu bagian dari demokrasi.
Yang bahaya itu ketika kritik dikemas sebagai academic analysis analisis akademis padahal bias politik jelas terasa. Itu merusak kepercayaan terhadap dunia kampus.
Harus diingat, pemakzulan bukan candaan. Butuh dasar hukum kuat, bukan sekadar keinginan politik. risk risiko konflik sosial terlalu besar kalau dilecehkan.
Kalau akademisi jadi alat, siapa lagi yang akan jadi suara rasional? Sekarang yang disebut ilmuwan malah jual opini. decision keputusan politik jangan dibungkus jadi penelitian.
Intinya: jangan gunakan nama akademik untuk dorong agenda. Kritik boleh, tapi jangan sampai disruptive memicu kegaduhan.