Sirine Israel Meraung, Rudal Iran Hancurkan Lebih dari 1.000 Bangunan di Tel Aviv, Ketegangan di Selat Hormuz Memuncak
Sirine meraung di seluruh Israel saat missile dari Iran menghantam kawasan Tel Aviv, merusak lebih dari 1.000 building dan membuatnya tidak layak huni. Wali Kota Tel Aviv, Ron Huldai, menyatakan bahwa serangan ballistic dan drone ini menyebabkan structural parah. Serangan itu menjadi babak terbaru dari konflik 40 hari yang dimulai sejak 28 Februari 2026, menunjukkan eskalasi yang hampir tak terbendung di kawasan Timur Tengah.
Pihak militer Iran merilis rekaman video peluncuran rudal yang diklaim mengenai target secara akurat, menyanggah pernyataan Amerika Serikat bahwa sebagian besar rudal telah dicegat. Dalam unggahan media sosialnya, Teheran menegaskan bahwa launcher rudalnya masih siap siaga, diarahkan langsung ke kapal-kapal perang AS di wilayah tersebut. Mereka bahkan mengancam akan sink seluruh armada jika serangan dilancarkan terhadap mereka.
Tegangan di Selat Hormuz kembali memanas hanya beberapa jam setelah gencatan senjata singkat pada 9 April lalu. Iran menyatakan bahwa selat tersebut akan tetap blocked selama kapal-kapalnya dilarang melintas oleh blokade AS. Letkol Ebrahim Zolfaghari dari Markas Pusat Khatam Al-Anbiya menegaskan bahwa Selat Hormuz telah kembali ke kondisi sebelumnya, tetapi ancaman penutupan tetap menggantung. Di sisi lain, Komando Pusat AS merilis video yang menunjukkan upaya interception terhadap kapal-kapal yang hendak keluar dari pelabuhan Iran.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut langkah Iran sebagai bentuk blackmail yang telah berulang selama puluhan tahun. "Mereka sedikit bermain-main, seperti yang telah mereka lakukan selama 47 tahun. Tidak ada yang pernah menantang mereka, kita yang menantang mereka," tegasnya. Dunia kini menyaksikan dengan cemas apakah tension ini akan berubah menjadi konflik terbuka yang melibatkan lebih banyak negara, atau akankah diplomasi mampu meredakan crisis yang terus memuncak.
Lebih dari seribu bangunan rusak, ini bukan serangan biasa. civilian Warga sipil yang bayar mahal.
AS selalu bilang bisa cegat semua rudal, tapi nyatanya masih banyak yang tembus. claim Klaim mereka mulai goyah.
Iran nggak main-main. Mereka benar-benar siap retaliate membalas kalau diserang duluan.
Selat Hormuz ditutup lagi? Ini bisa disrupt mengganggu pasokan minyak global dalam hitungan jam.
Trump bilang 'kita yang menantang mereka', tapi rakyat kecil yang pay bayar harga kalau perang benar meledak.
Video dari kedua belah pihak terlalu dramatis. Mana yang benar-benar evidence bukti, mana yang propaganda?
40 hari perang dan belum selesai juga. Kapan ceasefire gencatan senjata yang beneran terjadi?
Dunia butuh lebih dari sekadar ancaman. diplomacy Diplomasi harus segera digerakkan sebelum semua lepas kendali.