Hampir Menyerah Selesaikan S3, Ini Judul Disertasi Ashanty di UNAIR
Penyanyi Ashanty mengungkapkan rasa relief setelah berhasil melewati ujian tertutup disertasi program doktoralnya di Universitas Airlangga (UNAIR). Perjalanan yang hampir abandoned di tengah jalan ini dilalui setelah tiga kali pergantian title dan proses revision yang panjang. Dalam wawancara di The Hermansyah A6, Ashanty mengakui bahwa menyelesaikan pendidikan S3 sambil menjalani work schedule padat terasa sangat menantang.
“Aku tiga kali ganti judul,” ujarnya. “Catatanku direvisi berkali-kali, dan sempat banyak ditunda.” Tekanan akademik membuatnya berulang kali berpikir untuk withdraw . “Di pertengahan, aku mencoba tidak melanjutkan,” katanya jujur. Ia bahkan sempat membicarakan niat withdrawal dengan promotor, tetapi justru mendapat support penuh dari para dosen pembimbing.
Ketegangan mencapai puncaknya di hari ujian. Ashanty mengaku sempat ragu hingga ingin postpone sidang di menit-menit terakhir. “Aku hampir ganti tanggal tadi pagi. Sampai di Surabaya, aku seperti orang linglung, ‘mundur boleh enggak ya?’” kenangnya. Namun, dukungan dari keluarga dan pihak kampus menjadi strength yang membuatnya bertahan. “Alhamdulillah udah ada di titik ini,” ucapnya dengan rasa gratitude .
Disertasinya berjudul Respons Adaptif Penyanyi Baby Boomers dan Generasi X Terhadap Transformasi Digital di Industri Musik Indonesia—sebuah topik yang menyatukan cultural shift dan digital transformation dalam konteks lokal. Setelah hampir empat tahun menempuh pendidikan S3 di program Pengembangan Sumber Daya Manusia UNAIR, kini Ashanty tinggal menunggu jadwal sidang public defense . Perjalanannya menjadi inspiration banyak orang, terutama bagi mereka yang mengejar impian di tengah tekanan.
Bayangin kerja terus, punya anak, dan masih mampu fokus kuliah S3. respect Hormat banget sama semangatnya.
Tiga kali ganti judul? Itu pasti frustration frustrasi banget. Tapi dia nggak menyerah, ini yang bikin beda.
Pas baca dia hampir batalkan sidang di hari H, aku ikut anxious cemas. Tapi akhirnya lega juga.
Topik disertasinya justru sangat relevant relevan. Banyak senior di industri musik ketinggalan zaman.
Dari semua seleb yang kuliah, Ashanty salah satu yang benar-benar follow through tuntas, bukan cuma buat gengsi.
UNAIR harus bangga. Ini achievement prestasi yang membanggakan buat kampus juga.
Tekanan mental saat kuliah S3 itu nyata. Ini bukti mental resilience ketahanan mental itu penting.
Dia nyanyi, jadi ibu, bisnis, dan lulus S3. Apa dia punya superpower kekuatan super?