Sudah Direformasi, MSCI Kembali Bekukan Kajian Saham RI - Market
Meski telah melakukan reform pasar modal, Indonesia kembali mengalami setback dari lembaga pemeringkat global. MSCI memutuskan untuk membekukan review konstituen saham lokal dalam proses rebalancing Mei 2026, menunjukkan bahwa perubahan kebijakan dalam negeri belum cukup meyakinkan secara consistency dan effectiveness bagi pasar internasional.
Dalam pengumuman resminya, MSCI menyatakan masih menilai sejauh mana data dan kebijakan pasca-reformasi, termasuk aturan baru mengenai free float sebesar 15%, diterapkan secara transparan dan sustainable . Keputusan ini menandai penundaan tambahan setelah sebelumnya Indonesia sempat diharapkan masuk dalam upgrade indeks global.
Akibat pembekuan ini, tidak akan ada penambahan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes, tidak ada kenaikan foreign inclusion factor (FIF), serta tidak ada penyesuaian jumlah share yang diperhitungkan. Ini berarti aliran investment asing langsung melalui indeks global tetap terbatas, meski pasar domestik telah berusaha keras memenuhi syarat.
Namun, MSCI tetap melakukan sejumlah penyesuaian teknis: penghapusan saham dengan kategori pemegang saham terkonsentrasi tinggi (HSC) dan penggunaan data pemegang saham 1% untuk menghitung free float. Meski data baru ini belum diterapkan penuh, langkah ini menunjukkan adanya progress yang diakui, meski rebalancing utama masih tertunda.
Jadi meski kita sudah reform reformasi, tetap saja belum cukup buat mereka. Kapan trust kepercayaan global benar-benar pulih?
FIF nggak naik berarti foreign investment aliran masuk dana asing tetap stagnan. Ini impact dampak langsung buat likuiditas pasar.
MSCI bukan nggak mau akui, tapi mereka tunggu consistency konsistensi. Reformasi harus terbukti berjalan, bukan cuma di atas kertas.
Setiap kali ada delay penundaan, sentimen pasar langsung tertekan. Investor jadi was-was.
Setidaknya mereka pakai data 1% untuk shareholder pemegang saham. Itu signal sinyal kecil bahwa arahnya benar.
Kapan upgrade kenaikan kelas indeks terjadi? Kita sudah menunggu terlalu lama untuk sekadar dianggap emerging pasar berkembang yang layak.