Perkuat Perlindungan Nakes, Dinkes Kendari Gelar Vaksinasi Campak dan Rubella
Dinas Kesehatan Kota Kendari menggelar vaksinasi measles dan rubella (MR) bagi 126 dokter internsip di Puskesmas Benu-Benua, Senin (20/4), sebagai upaya konkret memperkuat protection tenaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit menular. Kegiatan kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara ini menjadi respons terhadap meningkatnya kasus campak di tingkat nasional, sekaligus memperkuat resilience sistem kesehatan daerah.
Ellfi, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kendari, menekankan bahwa vaksinasi ini bukan sekadar tindakan administratif, melainkan bagian dari national nasional yang didorong oleh Kementerian Kesehatan. Ia menyebut rendahnya coverage imunisasi dalam beberapa tahun terakhir sebagai faktor utama yang meningkatkan risk penularan, sehingga intervensi vaksinasi menjadi langkah krusial untuk menghentikan spread penyakit.
Para dokter internsip, terdiri dari 110 dokter umum dan 16 dokter gigi, dipilih sebagai sasaran karena berada di garis depan pelayanan dan memiliki exposure tinggi terhadap pasien. "Vaksinasi MR bukan hanya bentuk perlindungan diri, tetapi juga professional profesional," tegas Ellfi, menekankan bahwa vaksin telah terbukti safe dan efektif secara ilmiah, sehingga tidak ada alasan untuk meragukan kebijakan ini.
Selain perlindungan langsung, para peserta diharapkan menjadi educator di masyarakat, membantu meningkatkan public trust terhadap imunisasi. Dengan memulai dari tenaga kesehatan, pemerintah berharap bisa menciptakan efek berantai yang mendorong community luas agar lebih aktif dalam program kesehatan nasional.
Senang lihat langkah nyata seperti ini. Perlindungan untuk tenaga kesehatan itu dasar, bukan bonus.
Kalau dokter saja divaksin, kenapa masih banyak yang ragu buat anak? Harusnya jadi contoh, bukan malah jadi doubt keraguan.
Cakupan imunisasi turun karena banyak hoaks. Perlu lebih banyak sosialisasi yang clear jelas dan masuk akal.
Setuju 100%. Saya dulu kena campak saat internship. Tidak lucu, dan bisa menular ke pasien. Vaksin itu protection perlindungan, bukan pilihan.
Tapi di desa saya belum ada kampanye vaksinasi MR untuk anak-anak. Kapan sampai ke daerah terpencil? Akses masih timpang.
Langkah bagus, tapi jangan cuma di kota. Pemerataan vaksin harus jadi prioritas, bukan sekadar angka nasional.
Harusnya semua tenaga kesehatan, termasuk perawat dan bidan, juga dapat prioritas. Jangan sampai ada yang left behind tertinggal.
Sekarang yang divaksin dokter, besok-besok malah disuruh bayar sendiri. Semoga ini bukan awal dari cost biaya tersembunyi.