Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Jumat, 17 April 2026
Pasar modal Indonesia diperkirakan akan bergerak sideways pada perdagangan Jumat (17/4/2026), menyusul penutupan price Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah tipis 0,03% di level 7.621,3 pada hari sebelumnya. Setelah sempat menguat di awal sesi, indeks kemudian bergerak dua arah sebelum akhirnya tertahan oleh aksi profit taking akibat kondisi overbought yang masih terbaca secara teknikal.
Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 7.550 hingga 7.700, didorong oleh sentimen positif dari potensi negotiation antara AS dan Iran yang bisa meredam ketegangan geopolitik, serta penurunan harga minyak mentah. Namun, risk dari sisi internal masih ada, terutama terkait economic outlook yang belum sepenuhnya pulih dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Di pasar valas, rupiah menguat terbatas 0,02% ke level Rp17.136 per dolar AS, didukung oleh pergerakan regional currency yang cenderung stabil. Namun, Bank Indonesia terus melakukan intervensi lewat penerbitan SRBI untuk menyerap likuiditas berlebih dan menjaga stabilitas nilai tukar. Frekuensi lelang SRBI kini naik menjadi dua kali seminggu sejak Februari 2026 sebagai respons cepat terhadap depreciation rupiah yang berkelanjutan.
Sementara itu, sentimen global menunjukkan perubahan arah. Data PDB Inggris tumbuh 0,5% (MoM) pada Februari 2026, menjadi yang terkuat sejak awal 2024, sementara inflasi kawasan Eropa naik ke 2,6% (YoY) pada Maret 2026—level tertinggi dalam 22 bulan terakhir. Kenaikan ini dipicu terutama oleh biaya energi yang melonjak. Dalam lanskap yang penuh uncertainty ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham ICBP, INTP, MYOR, EMTK, dan NCKL sebagai pilihan untuk aktivitas trading jangka pendek.
IHSG sideways terus, mau naik juga susah. Pasar lagi hesitant ragu-ragu kayaknya.
Rekomendasi sahamnya masih aman buat swing? Atau cuma buat quick trade trading cepat aja?
SRBI jadi andalan, tapi jangan lupa inflation risk risiko inflasi domestik juga bisa bikin BI harus tahan suku bunga lebih lama.
Rupiah cuma menguat tipis, artinya tekanan masih besar. Tekanan eksternal belum reda.
Data Eropa naik, tapi malah bikin cemas. Inflasi tinggi bisa bikin ECB tunda pemotongan suku bunga.
Daripada spekulasi terus, mending cari saham yang punya fundamental support dukungan fundamental kuat.