Operator Bus Sri Maju Group Pecat Sopir yang Mengemudi Sambil Memangku Wanita
Seorang sopir bus ekspres di Malaysia dipecat setelah video singkat yang menunjukkan dia driving sambil picking up seorang wanita menyebar luas di media sosial. Insiden ini terjadi pada 12 April 2026 malam di jalur selatan Bemban R\&R, Melaka, dan cepat menjadi viral, memicu kemarahan publik serta respons cepat dari manajemen operator bus, Sri Maju Group.
Perusahaan menyatakan bahwa tindakan sang sopir merupakan pelanggaran berat terhadap safety procedures dan professional conduct . Dalam pernyataan resminya, Sri Maju Group menyampaikan permintaan maaf tanpa syarat kepada penumpang dan masyarakat, menegaskan bahwa setiap orang berhak atas layanan transportasi yang aman. Keputusan untuk memecat sang sopir diambil secara langsung sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan.
Kepolisian Malaysia turut mengambil alih kasus ini dengan menahan sopir dan teman wanitanya selama empat hari untuk keperluan investigation . Rekaman dari kamera dasbor lain menunjukkan bus tersebut sempat berpindah lajur secara dangerous , meningkatkan risk kecelakaan bagi penumpang dan pengguna jalan lain. Pengadilan setempat mengeluarkan perintah penahanan untuk mendukung proses hukum yang sedang berjalan.
Sebagai tindakan pencegahan ke depan, Sri Maju Group akan memperluas pemasangan kamera pengawas di seluruh armadanya, termasuk bus lama. Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan public trust tetap terjaga dan mencegah similar cases terulang. Kasus ini kini menjadi sorotan nasional terkait standar keselamatan transportasi darat di Malaysia, menunjukkan betapa pressure sosial bisa mempercepat change dalam kebijakan perusahaan.
Bayangin kalau sampai terjadi kecelakaan karena kelalaian seperti ini. Risiko terlalu besar hanya untuk pamer atau cari perhatian.
Perusahaan cepat bereaksi, tapi kamera saja tidak cukup. Harus ada training pelatihan ulang soal keselamatan secara berkala.
Ini bukan soal pacaran, tapi soal public safety keselamatan bersama. Sopir profesional harus paham batasannya.
Lucu sih awalnya, tapi setelah lihat rekaman mobil lain hampir tabrakan, baru terasa betapa dangerous berbahayanya kelakuan seperti ini.
Apakah penumpang di dalam bus tahu? Kalau tidak, ini juga soal transparansi dan responsibility tanggung jawab sopir kepada orang di belakangnya.
Tindakan tegas dari perusahaan patut diapresiasi, tapi jangan sampai ini hanya public relations strategi pencitraan setelah viral.