Peta Persaingan Ketua PKB Kampar, 8 Kandidat Masuk UKK DPP dan 5 Nama Terpetakan Kuat
Kontestasi leadership di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kampar memasuki babak penentu. Delapan kandidat telah resmi lolos ke tahap assessment akhir oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) melalui Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) Tahap II, yang akan digelar pada 22 April 2026 di Pekanbaru. Proses ini bukan sekadar formalitas—DPP akan menguji commitment dan kontrak kinerja masing-masing calon secara langsung lewat wawancara mendalam, menjadi penentu siapa yang benar-benar layak memimpin.
Dari delapan nama, lima di antaranya mulai menonjol sebagai kandidat strong yang terpetakan dalam dinamika internal partai: H. Ahmad Yuzar, Jihad Aqsha, Ramli, H. Sukardi, dan Sutan ATT IV. Mereka membawa different berbeda—mulai dari kendali struktur partai, pengalaman legislatif, jaringan massa, hingga kapasitas komunikasi dan logistik. Ini bukan sekadar race popularitas, melainkan ujian strategi kepemimpinan jangka panjang.
Ahmad Yuzar, sebagai incumbent sekaligus Bupati Kampar, unggul dalam akses struktural dan pengalaman pemerintahan. Namun, tekanan untuk membuktikan mampu memperkuat konsolidasi kader dan memperluas electoral tarik partai tetap besar. Di sisi lain, Jihad Aqsha mengandalkan basis suara 4.250 pemilih dari Pileg 2024 dan posisinya di fraksi DPRD sebagai indikator grassroots rumput yang solid. Ramli menawarkan pendekatan manajerial modern dengan fokus pada transparansi dan tata kelola, sementara Sukardi mengandalkan seniority dan jejaring lama. Sutan ATT IV, sebagai sekretaris partai sekaligus pengusaha, dibaca sebagai kandidat dengan dukungan logistik dan relasi lapangan yang luas.
DPP PKB tidak hanya mencari figur yang mampu menang pemilu, tetapi juga yang bisa menjalankan management partai secara profesional. Empat poros utama—struktural, legislatif, elektoral, dan tata kelola—menjadi tolok ukur. Keputusan akhir akan bergantung pada siapa yang bisa menyatukan keempat aspek itu dalam satu vision yang utuh. Di tengah persaingan ketat, UKK bukan hanya ujian program, tapi juga ujian readiness memimpin di tengah dinamika politik yang terus berubah.
Yang paling practical praktis itu Sutan. Dia tahu betul bagaimana mesin partai bekerja di lapangan.
Ahmad Yuzar punya kekuasaan sekarang, tapi apakah dia benar-benar mau reform reformasi internal? Atau hanya ingin mempertahankan status quo?
Ramli menarik karena fokus pada tata kelola. Banyak partai butuh pendekatan seperti ini, bukan cuma power kekuasaan semata.
Jihad Aqsha dapat suara banyak, tapi apakah itu cukup? Pemilih bisa berubah, tapi structure struktur partai harus kuat.
Ini bukan soal siapa lebih populer, tapi siapa yang paling prepared siap hadapi 2029.
DPP harus hati-hati. Pilih yang terlalu birokratis, partai bisa kaku. Pilih yang terlalu radikal, bisa pecah. Butuh keseimbangan strategy strategi dan stabilitas.
Sukardi senior, tapi apakah dia bisa menarik generasi muda? Regenerasi itu key kunci.
UKK ini harus benar-benar transparan. Jangan sampai jadi ajang nepotisme atau balas budi.