Mario Lemos sebut kemenangan atas Semen Padang tak diraih dengan gampang
Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, menegaskan bahwa kemenangan 2-0 atas Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim, Senin lalu, bukanlah hasil yang datang dengan ease . Laga pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 itu penuh tekanan, terutama setelah Laskar Kalinyamat kehilangan control permainan di babak kedua. Dua gol yang diciptakan Rendi Saepul dan Carlos Franca di babak pertama menjadi penentu, tetapi mempertahankan keunggulan di kandang lawan membutuhkan disiplin tactical yang ketat.
Lemos mengakui bahwa Semen Padang bukan tim yang bisa diremehkan. "Sebuah laga yang sulit, apalagi kita main di kandang lawan," ujarnya. Skuad besutannya sempat kehilangan ritme, terutama di lini tengah, membuat pelatih asal Portugal itu melakukan empat pergantian pemain untuk memasukkan tenaga fresh . Strategi ini berhasil mengembalikan stabilitas dan memastikan tiga poin penting diamankan tanpa balas.
Kemenangan ini menjadi yang kedua secara beruntun bagi Persijap, menyusul kemenangan 2-1 atas Bhayangkara Presisi Lampung FC. Rekor tak terkalahkan mereka kini memanjang menjadi tujuh laga—sebuah momentum vital menjelang fase krusial musim. Dengan 28 poin, mereka duduk di posisi ke-13, empat angka di atas zona relegation , sementara perbedaan poin dengan Semen Padang sebelum laga hanya lima—menunjukkan betapa rapatnya persaingan.
Di sisa enam pertandingan, tantangan Persijap justru semakin berat. Mereka akan menghadapi tiga raksasa yang sedang berebut gelar juara: Persija Jakarta, Borneo FC, dan Persib Bandung. Laga-laga ini bukan hanya soal bertahan, tapi juga ujian nyata terhadap ketangguhan mental dan konsistensi tim. Bagi Lemos, setiap poin adalah battle yang harus dimenangkan satu per satu.
Pergantian empat pemain di babak kedua itu bold berani, tapi terbukti tepat. Kalau tidak, bisa jadi laga ini berakhir imbang.
Seneng banget liat Persijap mulai stabilize stabil, tapi lawan beratnya masih di depan. Semoga tidak crack runtuh mental.
Lini tengah lemah di babak kedua? Itu bukan cuma soal tenaga, tapi juga pressure tekanan dari Semen Padang yang mulai panas.
Kemenangan kecil, poin besar. 28 poin dengan enam laga tersisa itu survival hidup-mati buat tim kecil.
Mario Lemos emang pelatih yang tenang, tapi cara dia baca game flow alur pertandingan itu tajam banget.
Pernah ke Haji Agus Salim, atmosfernya gila. Menang di sana aja udah achievement prestasi, apalagi clean sheet.