Dari Toko Jadi Taman Hiburan: Bisakah Ritel Global Menang di Hati Surabaya?
Ritel global kini tak lagi hanya soal menjual produk, tapi menciptakan pengalaman yang membekas. Di tengah arus e-commerce yang deras, toko fisik justru bangkit dengan pendekatan baru: menghadirkan suasana layaknya destination wisata belanja. Surabaya, salah satu kota besar di Jawa Timur, kini menjadi sorotan utama dalam geliat gaya hidup modern ini, dilihat sebagai pasar potensial oleh merek asing yang ingin menancapkan eksistensinya.
Salah satunya adalah KKV, brand asal luar negeri yang mengumumkan rencana ekspansi ke Indonesia dengan membuka sejumlah store di kota-kota strategis, termasuk Surabaya, Jakarta, Semarang, dan Bali. Dalam tahap awal, mereka menargetkan 10 gerai di enam kota. Chief Operating Officer International Business KK Group, Rojen Wu, menyebut Indonesia sebagai pasar strategis bagi pengembangan global mereka. Visinya jelas: menggabungkan visual menarik, produk berkualitas, dan harga yang terjangkau.
Konsep toko KKV dirancang untuk menjadi ruang eksploratif yang menyatukan berbagai kategori—dari snack , kecantikan, hingga kebutuhan harian—dalam satu tempat yang menyenangkan. Menurut Rojen, tujuannya bukan hanya membuat pengunjung purchase , tapi juga menikmati prosesnya. “Kami menggabungkan elemen belanja dan hiburan dalam satu ruang,” katanya. Pendekatan ini mencerminkan tren ritel eksperiential yang kini digemari generasi muda yang haus akan interaksi sosial dan pengalaman interaktif.
Masuknya pemain global seperti KKV tentu membawa angin segar sekaligus tantangan. Di satu sisi, persaingan di sektor local business akan semakin ketat. Di sisi lain, ada peluang besar bagi pelaku industri untuk berinovasi, terutama dalam meningkatkan kualitas layanan dan menciptakan keterlibatan emosional dengan konsumen. Dengan basis konsumen muda yang kuat, Surabaya berada di persimpangan antara tradisi belanja dan modernisasi ritel—dan geliatnya mulai terasa.
Akhirnya ada yang bawa konsep fresh ke Surabaya juga. Jangan cuma aesthetic estetika doang, tapi quality kualitas produk harus ngejutin juga.
Belanja jadi kayak main? Seru sih, tapi jangan sampai harganya kepencet karena bayar buat suasana doang.
Tren emang berubah. Dulu belanja itu fungsi, sekarang jadi hiburan. Tapi tetap, uang masyarakat harus dihargai.
Yang penting UMKM nggak tergerus. Kalau local brand brand lokal bisa kolaborasi, malah bisa jadi kekuatan baru.
KKV pernah nongol di Bangkok, lucu banget interiornya. Tapi tetap, yang menentukan adalah konsistensi pelayanan.
Seneng banget Surabaya makin berkembang. Semoga toko-toko kayak gini bisa jadi ruang sosial yang nyaman buat anak muda.
Pendekatan eksperiential emang jitu buat tarik gen Z. Tapi jangan lupa, keluarga dan gen X juga butuh kenyamanan, bukan cuma vibe suasana.