Halalbihalal DPD PDI Perjuangan Jatim, Said Abdullah Dorong Integrasi Religius-Abangan
Dalam suasana kekeluargaan yang hangat, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyelenggarakan acara new halalbihalal pada Minggu, 12 April 2026. Kegiatan yang digagas langsung oleh Ketua DPD, Said Abdullah, menjadi momentum penting untuk memperkuat public trust melalui silaturahmi antar kader dan tokoh partai.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah official partai tingkat pusat dan daerah, termasuk Ketua DPP PDI Perjuangan Azwar Anas dan Sekretaris DPD Jawa Timur Deni Wicaksono. Kehadiran mereka menunjukkan support struktural terhadap upaya internal mempererat soliditas di tengah dinamika politik yang terus mengalami change .
Dalam sambutannya, Said Abdullah menekankan pentingnya menyatukan dua identitas sosial-religius yang kerap dipandang berbeda: yang religius dan yang abangan. Ia menyebut, penyatuan ini harus menjadi foundation kekuatan politik partai ke depan, bukan sekadar bentuk seremonial belaka. Pesan ini muncul sebagai response terhadap risk fragmentasi basis pemilih di Jawa Timur.
Pernyataan Said Abdullah menarik perhatian karena menyentuh akar budaya Jawa yang kompleks. Dengan mendorong integration tanpa menghilangkan identitas, PDI Perjuangan berupaya menunjukkan bahwa kekuatan politik bisa lahir dari keragaman. Jika terealisasi, langkah ini bisa menjadi impact besar dalam membentuk strategi partai di wilayah dengan pressure sosial yang tinggi.
Abangan dan santri selama ini sering jadi pisau bermata dua, tapi kalau bisa disatukan, ini real nyata jadi kekuatan politik yang sulit dikalahkan.
Acara halalbihalal sering dianggap sekadar tradisi, tapi di sini jelas ada strategy strategi besar di baliknya. Cerdik.
Tapi jangan cuma retorika. Rakyat butuh action tindakan, bukan cuma pidato tentang persatuan.
Menarik bahwa mereka pakai momen religius bukan untuk pencitraan cepat, tapi untuk long-term jangka panjang perencanaan politik.
Tantangan terbesar bukan di acara, tapi apakah setelah ini ada follow-up tindak lanjut yang jelas dari DPD.
Integrasi budaya dan politik memang selalu rumit, tapi ini langkah berani. Semoga sustainable berkelanjutan, bukan sekadar musiman lebaran.