Danke Rajagukguk Dicopot dari Kajari Karo, Diduga Terkait Kasus Amsal Sitepu
Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan change besar dalam jajaran kepala kejaksaan negeri, termasuk pencopotan Danke Rajagukguk dari jabatannya sebagai Kajari Karo. Mutasi ini tertuang dalam Surat Keputusan Jaksa Agung Nomor KEP-IV-347/C/04/2026 yang dikeluarkan pada 13 April 2026. Keputusan ini menandai bagian dari plan penyegaran struktural yang melibatkan 65 jaksa di seluruh Indonesia, sebuah langkah yang disebut lumrah oleh pihak Kejagung namun tetap menimbulkan public trust yang kritis.
Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, mutasi bukan hanya soal promosi atau rotasi, tetapi juga mencakup demosi dan penyesuaian position fungsional. Danke Rajagukguk, misalnya, dikatakan mengalami mutasi diagonal, artinya ia kini tidak lagi menduduki jabatan struktural dan beralih ke peran yang lebih teknis. Penggantinya di Karo adalah Edmond Novvery Purba, yang masuk dalam daftar 65 nama yang dimutasi.
Langkah ini muncul tak lama setelah Kejagung melakukan pemeriksaan terhadap jajaran Kejari Karo terkait penanganan kasus Amsal Christy Sitepu, videografer yang sempat dituduh dalam dugaan korupsi proyek video desa. Meskipun Amsal divonis bebas pada 1 April 2026, Kejagung tetap mengirim tim intelijen untuk mengamankan dan memeriksa sejumlah pejabat, termasuk Kajari dan jaksa penuntut. Pemeriksaan ini menjadi response langsung atas pressure dari Komisi III DPR yang meminta evaluasi menyeluruh.
Komisi III DPR, melalui Ketua Habiburokhman, secara resmi meminta Jaksa Agung Muda Pengawasan untuk menyampaikan report evaluasi dalam waktu satu bulan. Permintaan ini dilontarkan dalam rapat dengar pendapat pada 2 April 2026, menyusul dugaan pelanggaran prosedural dan risk kerusakan kredibilitas institusi. Dengan latar belakang ini, mutasi Kajari Karo tidak sekadar rotasi biasa, tetapi bisa jadi sinyal decision tegas dari pusat untuk menjaga integritas penegakan hukum.
Mutasi diagonal tuh sebenarnya apa sih? Kalau bukan demosi, lalu position posisi fungsional itu lebih tinggi atau malah terpinggirkan?
Setelah Amsal divonis bebas, wajar kalau publik pressure tekanan naik. Ini bukan soal satu kasus, tapi soal kepercayaan pada sistem.
65 orang dimutasi sekaligus? Itu change perubahan besar. Tapi jangan-jangan cuma ganti baju, isinya tetap sama.
Kejagung cepat response respons, tapi pertanyaannya: apakah ini perbaikan atau sekadar tutup aib?
Orang Karo merasa kecewa. Dulu bangga ada Kajari dari etnis kami, sekarang malah kena risk risiko mutasi pasca kasus Amsal.
Komisi III kasih deadline satu bulan untuk report laporan evaluasi. Kita lihat apakah hasilnya transparan atau menguap.