Jisoo BLACKPINK Tolak Dikaitkan dengan Kasus Hukum Kakak
Isu panas melanda dunia hiburan Korea setelah beredar kabar bahwa saudara laki-laki member BLACKPINK, Jisoo, terlibat dalam kasus sexual yang sedang diselidiki. Namun, Jisoo dengan tegas membantah keterkaitannya dalam insiden tersebut, dan segera menunjuk pengacara ternama, Eun Hyun-ho dari firma Kim & Chang, untuk menangani situasi ini secara hukum.
Agensi pribadinya, Blissoo, menegaskan bahwa tidak ada connection antara artis dan kasus yang sedang viral. Melalui perwakilan hukumnya, mereka menyatakan bahwa banyak informasi yang beredar di internet hanyalah speculation tanpa dasar atau bahkan sepenuhnya keliru. "Baik artis maupun Blissoo tidak memiliki koneksi dengan isu yang saat ini diangkat," tegas sang pengacara.
Kabar sempat menguat karena sebelumnya muncul dugaan bahwa kakak Jisoo turut mendirikan Blissoo. Namun klaim ini dibantah keras: tidak ada anggota keluarga yang pernah menjadi executive atau CEO, apalagi menerima compensation . Bantuan keluarga selama proses pendirian perusahaan hanya bersifat komunikatif, seperti menyampaikan pesan, dan tidak melibatkan decision-making .
Jisoo diketahui telah hidup mandiri sejak awal masa pelatihannya dan lama terpisah dari keluarga. Blissoo juga menegaskan bahwa tidak akan ada financial atau bantuan hukum dari pihak artis terhadap saudara laki-lakinya. Agensi menerapkan kebijakan zero-tolerance terhadap penyebaran hoaks dan akan mengambil legal action tanpa kompromi terhadap pihak yang menyebarkan konten mencemarkan nama baik.
Akhirnya klarifikasi juga. Capek lihat speculation spekulasi liar yang bikin fans stres.
Ini soal batas keluarga dan karier. Dukung Jisoo yang sudah bangun independence kemandirian sejak muda.
Penting banget agensi tegas soal decision-making pengambilan keputusan. Bisa bayangin kalau keluarga ikut campur?
Jisoo lagi fokus solo karier dan finansialnya jelas terpisah. Biarin dia kerja tenang.
Tapi tetap sedih keluarga jadi bahan gossip. Harusnya media lebih hati-hati.
Zero-tolerance itu perlu. Penyebar hoaks harus rasakan legal action konsekuensi hukum beneran.