Lantik Pejabat Baru, Menteri Purbaya: Jaga Fiskal, Kelola Kas, Jangan Kompromi soal Integritas
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan warning tegas kepada para pejabat baru Kementerian Keuangan dalam acara pelantikan di Jakarta, Selasa (21/4/2026). Di tengah global uncertainty , ia menegaskan bahwa disiplin fiskal dan pengelolaan kas negara bukan sekadar prosedur, melainkan fondasi kepercayaan terhadap pemerintah. "Intinya satu, Anda sekarang memegang kepercayaan negara di tengah dunia yang sedang tidak stabil," tegasnya.
Purbaya menjelaskan bahwa fiscal discipline bukan hanya soal mengatur anggaran, tetapi juga signal yang dikirim ke investor internasional. Dalam konteks ekonomi global yang rapuh, keputusan dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) langsung berdampak pada persepsi kredibilitas pemerintah. Ia menekankan, kebijakan harus berbasis data dan perhitungan matang, bukan asumsi atau tebakan.
Soal pengelolaan kas, Menteri Purbaya menggunakan analogi yang gamblang: "Negara ini hidup dari aliran kas. Kalau dikelola dengan benar, kita bisa ngebut. Kalau tidak, kita tersendat." Kalimat itu menunjukkan urgensi cash flow sebagai tulang punggung operasional negara dan efektivitas kebijakan publik. Tanpa pengelolaan ketat, bahkan program strategis bisa terhambat karena execution yang lambat atau terputus.
Namun yang paling menohok adalah penekanan pada integrity . Ia memperingatkan bahwa pelanggaran kecil bisa berkembang menjadi masalah sistemik. "Kalau Anda mulai kompromi sedikit, efeknya bisa berantai," ujarnya. Purbaya juga menuntut pejabat menjadi role model kepemimpinan: "Kalau Anda tidak lurus, organisasi tidak akan lurus." Pesan ini bukan hanya soal moral, tapi stability ekonomi nasional yang bergantung pada kepercayaan publik dan investor.
Teguran yang perlu didengar. Tapi apakah sistem pengawasan cukup kuat untuk mencegah kompromi kecil jadi systemic sistemik?
Fokus pada cash flow menunjukkan pemerintah sadar betapa rapuhnya kondisi public finance keuangan publik saat ini.
Integritas harus dimulai dari atas. Kalau atasan sudah tak lurus, jangan harap bawahan akan jujur.
Pesan bagus, tapi kapan ada tindakan nyata terhadap oknum yang sudah ketahuan korupsi? Akuntabilitas itu bukan retorika.
Menteri bilang jangan main-main, tapi kita semua tahu godaan di level birokrasi itu besar. Perlu insentif dan kontrol yang lebih ketat.
Kalimat 'kita bisa ngebut' kalau kas dikelola benar terlalu santai untuk isu serius. Tapi poinnya masuk akal: efficiency efisiensi itu kecepatan.
Pengelolaan APBN berbasis data? Akhirnya. Semoga bukan sekadar slogan yang hilang di tengah bureaucracy birokrasi.
Pelantikan pejabat selalu penuh retorika. Yang penting: bagaimana mereka diawasi setelah pelantikan?