Prabowo Ingin MBG Fokus pada Anak Kurang Gizi, Pengamat: Bisa Cegah Pemborosan

Presiden Prabowo Subianto ingin program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya menyasar anak-anak kurang gizi dan keluarga tidak mampu — sebuah decision yang dinilai lebih tepat sasaran oleh pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia, Eko Prasojo. Menurutnya, pendekatan yang lebih terfokus ini bisa mencegah waste anggaran negara dan memastikan bantuan benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan.

Eko menjelaskan bahwa perubahan arah program dari bersifat universal menjadi selektif akan meningkatkan impact nyata bagi penurunan angka stunting. "Hal ini untuk mencegah makanan bersisa, budget terbuang, dan tidak tercapainya tujuan program," katanya pada Selasa (14/4/2026), menekankan pentingnya targeted dalam distribusi bantuan.

Agar peralihan ini berjalan efektif, Eko menyarankan data dasar diambil dari wilayah terkecil seperti desa dan kelurahan. Dia juga mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan sekolah. Beberapa daerah, seperti Kota Surabaya dan Kabupaten Sumedang, sudah memiliki data valid keluarga miskin dan anak stunting — sebuah report yang bisa menjadi dasar keputusan lebih accurate .

Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, mengonfirmasi bahwa Presiden menolak penyaluran bantuan secara paksa. "Anak dari keluarga mampu tidak wajib menerima MBG karena orang tua mereka sudah mampu menyediakan makanan bergizi," ujarnya. Pendekatan berbasis kebutuhan ini menjadi kunci agar program tetap effective dan memperoleh public trust . BGN juga akan membentuk tim khusus untuk mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan program secara berkala.

Reaksi 6

  • A
    Ari_L

    Langkah yang masuk akal. Fokus ke anak kurang gizi lebih efficient daripada bagi semua anak seenaknya.

  • S
    SitiM

    Tapi jangan sampai ada anak yang terlewat karena data tidak mutakhir. Itu risiko terbesar.

  • B
    Budi_T

    Akhirnya ada change arah yang logis. Program universal sering jadi ajang salah sasaran.

  • D
    Dina_P

    Harus diawasi ketat. Jangan sampai daerah tertentu malah exclude anak miskin karena alasan teknis.

  • P
    Pak_Joko

    Bagus sih, tapi apakah sekolah swasta juga akan diikutkan dalam pendataan? Jangan cuma fokus ke negeri. Keadilan harus ditegakkan.

  • L
    Lina_K

    Semoga ini bukan cuma wacana. Dampak nyata baru terlihat setelah satu tahun berjalan.

Artikel ini berbasis fakta dan disusun ulang untuk tujuan pembelajaran bahasa Inggris; reaksi pembaca adalah contoh dari beragam sudut pandang.

[email protected]