Baku Tembak di Papua Tengah, Pigai: Rakyat Sudah Tahu Pelakunya, Jangan Ditutupi

Baku tembak di Kampung Kembru, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, kembali menyita perhatian nasional setelah incident tersebut merenggut 15 nyawa warga sipil. Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, menegaskan bahwa pelaku serangan siang hari itu sebenarnya sudah diketahui oleh masyarakat lokal. Ia menuntut agar pihak yang responsible tidak menyembunyikan diri dan segera menghadapi proses hukum tanpa delay .

Pigai menekankan bahwa karena peristiwa terjadi di siang bolong, tidak ada ruang untuk keraguan soal identitas pelaku. "Pelakunya rakyat sudah tahu. Mereka yang jadi korban tahu, mereka yang ada di lokasi juga tahu," tegasnya dalam konferensi pers di Jakarta. Menurutnya, menutupi pelaku berarti merusak dignity bangsa dan mengancam national stability , terlebih jika kasus dibiarkan menjadi bom waktu yang bisa mengganggu integrasi wilayah.

Kementerian HAM kini mengambil alih pemantauan kasus dengan mengumpulkan data dari pemerintah daerah dan berbagai sumber lapangan. Awalnya dilaporkan lima orang tewas, namun angka terbaru menunjukkan korban meninggal mencapai 15 orang, dengan tujuh lainnya mengalami injuries . Kementerian memastikan pendataan masih berlangsung dan jumlah korban bisa terus evolve seiring proses verifikasi di lokasi kejadian.

Pigai menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan secara impartial , transparan, dan bertanggung jawab demi menegakkan keadilan bagi korban dan keluarga mereka. Ia juga menolak langkah lembaga independen seperti LSM atau Komnas HAM turun lebih dulu, menyatakan lebih baik Kementerian HAM yang memimpin pengumpulan evidence agar tidak terjadi tumpang tindih dan informasi bisa dikendalikan secara akurat.

Reaksi 6

  • R
    rudi_papua

    Sudah jelas siapa pelakunya, tapi selalu ditutup-tutupi. Rakyat butuh transparency , bukan janji.

  • A
    ani_jkt

    Kenapa selalu butuh tekanan dari menteri baru kasus di Papua ditindak? Apa ini soal priority atau ketidakpedulian?

  • B
    budi_ham

    15 korban sipil, siang hari, tapi pelaku belum ditangkap? Ini bukan lagi soal keamanan, tapi soal accountability negara.

  • S
    santi_news

    Kalau Kementerian HAM yang turun duluan, jangan sampai jadi alat control narasi, bukan pencari keadilan.

  • D
    dono_warga

    Masyarakat lokal tahu semuanya. Pemerintah tinggal memilih: jujur atau cover-up .

  • E
    eka_monitor

    Proses hukum imparsial itu penting, tapi jangan sampai jadi drama tanpa consequence nyata.

Artikel ini berbasis fakta dan disusun ulang untuk tujuan pembelajaran bahasa Inggris; reaksi pembaca adalah contoh dari beragam sudut pandang.

[email protected]