Pesawat Gagal Lepas Landas karena Kelebihan Bobot, 5 Penumpang Diminta Turun
Sebuah pesawat flight easyJet tujuan Malaga gagal lepas landas dari Bandara Southend, Inggris, karena mengalami kelebihan weight yang membuatnya tidak aman untuk terbang. Pada 11 April 2026, lima penumpang diminta turun agar bobot pesawat sesuai dengan safety prosedur penerbangan. Kejadian ini menyoroti tantangan teknis yang bisa muncul bahkan dari hal yang terdengar sederhana: berat total pesawat saat takeoff .
Menurut penjelasan dari BBC, empat gaya utama—berat, daya angkat, dorong, dan hambatan—harus seimbang agar pesawat bisa terbang. Ketika air lebih panas, kepadatannya menurun, sehingga kemampuannya menghasilkan daya angkat berkurang. Kondisi ini diperparah oleh arah angin yang tidak mendukung. Profesor Guy Gratton dari Universitas Cranfield menjelaskan bahwa angin hampir tidak memberikan headwind yang biasanya membantu percepatan pesawat di landasan.
Landasan Bandara Southend hanya sepanjang 1.856 meter, lebih pendek dibandingkan bandara besar lainnya. Dengan panjang terbatas dan kondisi weather yang tidak ideal, satu-satunya solusi adalah mengurangi bobot—dalam kasus ini, dengan menurunkan penumpang. Meski jarang, ini bukan pertama kalinya terjadi; kasus serupa pernah terjadi pada 2014 untuk rute yang sama. Perusahaan penerbangan mengandalkan average bobot penumpang, bukan penimbangan individu, yang membuat perhitungan bisa meleset dalam kondisi ekstrem.
Yang menarik, masalah ini tidak terdeteksi sejak penumpang mulai masuk ke pesawat. Jeremy Spake, ahli industri penerbangan, menyebut bahwa penanganan di terminal lebih efficient daripada saat penumpang sudah duduk di dalam kabin. Penumpang yang ditolak berhak atas compensation sekitar 350 poundsterling. Di tengah climate , kejadian seperti ini diprediksi akan lebih sering terjadi karena suhu tinggi dan pola angin yang berubah mengganggu proses lepas landas yang sudah diperhitungkan puluhan tahun lalu.
Bayangin udah duduk di pesawat, malah disuruh turun. Harusnya sistem weight bobot bisa lebih akurat sekarang, bukan pakai rata-rata.
Jadi mikir, kalau climate iklim makin panas, apakah bandara-bandara kecil akan makin sering punya masalah kayak gini?
350 pound buat ditolak naik? Bisa jadi rejeki nomplok kalau lagi santai. Tapi tetap stressful stres sih, pasti.
Angin haluan ternyata segitu impact pengaruhnya. Kupikir cuma soal kecepatan mesin doang.
Lebih baik turun daripada pesawat gagal lepas landas. Keselamatan emang nggak bisa ditawar.
Landasan pacu pendek + cuaca buruk = resep delay keterlambatan. Bandara Southend harus evaluasi ulang kapasitasnya.