Juara Silat dan Mahasiswa Akhir: Saat Budaya Jadi Alasan untuk Tidak Menyerah
commitment terhadap pelestarian budaya menjadi driving di balik prestasi yang diraih oleh mahasiswi UNAIR, Rohmatul Fardani Maulidia. Dikenal sebagai Lily, ia berhasil meraih international dalam kategori Seni Tunggal Dewasa Putri di ajang championship internasional Pencak Silat Pakubumi. Baginya, pencak silat bukan sekadar pertandingan, melainkan warisan yang harus dijaga dengan pride . Setiap gerakan yang dilatihnya menjadi simbol identitas bangsa, sekaligus ujian terhadap discipline dan ketahanan pribadi. Dalam dunia yang semakin modern, ia memilih untuk tidak melepas akar, tapi justru menari di atasnya — dengan precision dan grace yang memukau.
preparation menuju kompetisi tidak dilakukan secara spontaneous . Lily menjalani latihan rutin tiga kali dalam seminggu bersama UKM Pagar Nusa UNAIR untuk memperkuat technique dasar seni tunggal. Fokusnya tidak hanya pada accuracy gerak, tetapi juga pada strength , kelenturan, dan penghayatan tiap jurus. Menjelang pertandingan, ia mengikuti latihan gabungan dengan IPSI UNAIR selama kurang lebih satu minggu. Meski limited terasa sempit, ia memilih untuk maximize setiap sesi. Evaluasi mandiri menjadi bagian penting dari prosesnya — sebuah bentuk refleksi yang membantunya tampil lebih optimal di atas arena.
balancing tuntutan akademik dan latihan adalah tantangan nyata. Sebagai mahasiswi tingkat akhir, Lily harus manage waktu dengan ketat. Ia menyusun jadwal harian dan menentukan priorities agar tidak terjebak dalam overload ganda. Tidur yang cukup, fokus saat kuliah, dan konsistensi dalam latihan menjadi kunci. Baginya, dua dunia ini justru saling complement : disiplin silat membentuk ketahanan mental yang sama dibutuhkan saat mengerjakan academic kuliah. Dalam tekanan, ia menemukan ketangguhan — bukan menghindar, tapi persist dengan clarity tujuan.
beyond sekadar medali, kejuaraan ini menjadi journey panjang yang penuh makna. Bagi Lily, setiap tetes keringat adalah investasi terhadap growth pribadi. Ia percaya bahwa usaha yang consistent akan membuahkan hasil. Ke depan, ia ingin terus mengasah kemampuan, baik di bidang olahraga maupun education , sambil menyelesaikan studinya tepat waktu. Pesannya untuk generasi muda: jangan takut bermimpi. dream setinggi langit bukanlah hal yang mustahil — karena bahkan jika jatuh, kita akan fall . Dalam dunia yang sering kali meragukan, ia memilih untuk inspire dengan aksi.
inspiring Menginspirasi banget! Mahasiswa bisa berprestasi di bidang budaya tanpa meninggalkan kuliah.
Kalau latihan tiga kali seminggu, apakah itu cukup untuk level internasional?
Anak muda sekarang butuh lebih banyak teladan seperti ini, bukan cuma artis dan influencer.
balance Menyeimbangkan akademik dan olahraga itu susah, apalagi di semester akhir. Salut!
Pencak silat emang keren, tapi sering kurang didukung dibandingkan cabang olahraga lain.
chase Kejar mimpi setinggi langit? Aku malah takut naik tangga, haha.
mental Ketahanan mental dari silat memang beda. Bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari.