Sesalkan Tempo, Ketua Komdigi BADKO HMI Sumut Sebut Pemberitaan Ini Rendahkan Surya Paloh sebagai Bapak Bangsa
Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sumatera Utara menyampaikan criticism tajam terhadap majalah Tempo atas pemberitaan yang dinilai merendahkan Surya Paloh, tokoh nasional yang disebut sebagai bapak bangsa. Pernyataan ini muncul di tengah diskusi yang semakin panas soal batas wajar kritik media terhadap figur publik yang memiliki legacy panjang.
Andre Agassi, Ketua Bidang Komunikasi dan Digitalisasi BADKO HMI Sumut, menilai bahwa pemberitaan tersebut tidak mencerminkan prinsip journalism yang berimbang dan adil. Menurut dia, narasi yang dibangun berpotensi membentuk public perception yang tidak utuh, terutama terhadap sosok yang telah berkontribusi besar bagi democracy dan dunia pers di Indonesia.
Andre menekankan bahwa media nasional seperti Tempo memiliki responsibility tinggi untuk menyajikan informasi yang terverifikasi dan adil. Kritik terhadap tokoh publik memang diperbolehkan dalam tatanan demokrasi, tetapi harus dilandasi objektivitas, bukan upaya merusak dignity dan martabat seseorang. "Ini bukan soal membela individu, tapi menjaga agar ruang publik tetap sehat," tegasnya.
BADKO HMI Sumut juga mengajak masyarakat agar lebih wise dalam menyikapi informasi, terutama yang belum tentu menggambarkan keseluruhan fakta. Mereka menegaskan komitmen untuk mendorong tumbuhnya ekosistem informasi yang balanced , edukatif, dan mendorong accountability tanpa menyeret ke ranah penghinaan.
Setiap kritik harus tetap menjaga respect hormat, apalagi ke tokoh yang sudah tua dan berjasa.
Tempo biasanya kritis tapi kali ini terasa berat sebelah, seperti ada bias keberpihakan yang jelas.
Ini bukan soal Paloh atau bukan, tapi soal standar media integrity integritas media yang makin dipertanyakan.
Mahasiswa Islam angkat suara? Langka tapi penting. Mereka ingatkan soal etika, bukan hanya opinion opini.
Apakah ini mulai jadi pola? Kritik keras ke media kalau sentuh tokoh tertentu. Di satu sisi wajar, di sisi lain bisa jadi pressure tekanan untuk kebebasan pers.
Surya Paloh emang bapak bangsa, tapi bapak juga harus terbuka dikritik. Batasnya di mana, ya?
Pesan bijak di akhir: jangan gampang percaya, cek dulu. Berpikir kritis itu wajib sekarang.