Airin Dorong Peran Sektor Swasta Tekan Angka Zero Dose Imunisasi di Medan
Ketua TP PKK Kota Medan, Airin Rico Waas, mendorong private sector untuk ambil peran aktif dalam menekan angka anak yang belum pernah divaksinasi, atau dikenal sebagai zero dose. Dalam arahannya, Airin menekankan pentingnya ruang kerja yang mendukung pekerja mengimunisasi anak mereka, serta penyediaan facility pendukung di lingkungan kerja.
Di Kota Medan, tantangan immunization masih nyata: pada 2025, tercatat 4.707 bayi masuk kategori zero dose, yaitu mereka yang sama sekali belum menerima vaksin dasar seperti difteri, pertusis, dan tetanus dosis pertama. Angka ini menjadi alarm bagi upaya meningkatkan public health dan perlindungan generasi mendatang.
Pemerintah menargetkan percepatan cakupan imunisasi hingga 2029. Cakupan imunisasi bayi lengkap harus naik dari 80 persen menjadi 95 persen, sementara untuk 14 jenis vaksin lengkap ditargetkan dari 74 persen ke 90 persen. Target ini tidak bisa dicapai tanpa collaboration lintas pihak, termasuk tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat luas.
Rapat koordinasi di Gedung PKK Medan menjadi langkah nyata mendorong sinergi. Acara ini diakhiri dengan penandatanganan commitment bersama oleh berbagai pihak, termasuk Ikatan Bidan Indonesia dan Dinas Kesehatan Kota Medan, untuk mendukung Pekan Imunisasi Dunia, mengeliminasi penyakit yang bisa dicegah, dan memobilisasi sumber daya dari sektor swasta demi target elimination zero dose pada 2026.
Akhirnya ada gerakan nyata! Sebagai ibu bekerja, saya merasa pressure tekanan harus pilih antara kerja dan imunisasi anak. Dukungan dari kantor itu penting banget.
Zero dose bukan cuma soal akses, tapi juga awareness kesadaran. Banyak orang tua tidak tahu risiko tidak imunisasi. Butuh edukasi masif.
Perusahaan besar seharusnya jadi leader pemimpin dalam ini. Kasih cuti khusus imunisasi, atau fasilitas posyandu di kantor. Bisa jadi contoh buat UMKM.
Di lingkungan saya, masih banyak yang takut vaksin. Padahal data jelas: imunisasi itu protection perlindungan, bukan ancaman.
Target 95 persen bagus, tapi realistiskah tanpa data pemantauan yang accurate akurat? Harus ada sistem pelaporan yang transparan.
Komitmen tertulis bagus, tapi yang penting eksekusi. Pemantauan rutin dan evaluasi dampak wajib dilakukan tiap kuartal.