Sulit Capai 90 Persen, Komisi IX Minta Pendekatan Segar Imunisasi

Cakupan vaccination di Indonesia masih jauh dari target. Padahal, angka 90 persen merupakan batas aman untuk mencegah wabah penyakit menular seperti campak. Namun, trennya justru terus menurun sejak masa pasca-pandemi. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, memperingatkan bahwa kondisi ini bisa memicu outbreak jika tidak segera direspons dengan strategi yang lebih cerdas dan menyentuh akar masalah.

Menurutnya, persoalan ini bukan hanya soal akses layanan kesehatan semata. Faktor sosial dan perception masyarakat turut memengaruhi keputusan keluarga dalam memvaksinasi anak. Banyak orang tua enggan memberikan vaksin bukan karena ketiadaan fasilitas, melainkan karena keraguan yang dibentuk oleh informasi keliru, keyakinan pribadi, atau fear yang tidak berdasar.

Pendekatan yang selama ini bersifat medis semata dinilai kurang efektif. "Sosialisasi penting, tapi tidak bisa hanya dari sudut pandang dokter atau petugas kesehatan," tegas Nihayatul dalam rapat kerja dengan Menteri Kesehatan di Jakarta, Senin (20/4/2026). Ia menekankan perlunya pendekatan lintas sektor, melibatkan tokoh agama, komunitas lokal, dan media, agar pesan kesehatan bisa diterima dengan lebih trust .

Tanpa education yang mendalam dan pendekatan yang lebih manusiawi, risiko penolakan vaksin akan terus menghambat upaya kesehatan nasional. Langkah baru bukan sekadar memperbanyak vaksin, tapi juga memperkuat communication dan memahami dinamika sosial di lapangan. Hanya dengan begitu, cakupan imunisasi bisa naik secara berkelanjutan.

Reaksi 7

  • B
    BudiP

    Setiap kali baca soal imunisasi, selalu sama: data turun, lalu minta pendekatan baru. Tapi implementation di desa masih kacau. Harusnya lebih fokus ke lapangan.

  • M
    MamaLia

    Saya sebagai ibu merasa disalahkan terus. Padahal banyak posyandu buka cuma sehari seminggu. Aksesnya susah, tapi dibilang orang tua tak mau vaksin.

  • A
    ArisJKT

    Pernah lihat petugas datang pakai baju dinas lengkap, ngomong cepat, langsung suntik. Gak ada explanation santai. Ya wajar kalau orang takut.

  • D
    DokterRizq

    Fakta bahwa cakupan belum pernah tembus 90% menunjukkan sistem kita punya celah besar. Tapi jangan salahkan masyarakat terus.

  • N
    Nita_S

    Pendekatan lewat tokoh agama itu jitu. Di kampung saya, ustaz bilang vaksin halal dan wajib, langsung pada datang semua. trust itu kunci.

  • P
    Pakde_J

    Dulu zaman orde baru, petugas datang ke rumah. Sekarang? Harus antri, capai, lalu ditegur karena telat. Mana mau balik lagi.

  • S
    Santoso

    Kalau policy nasional gak sentuh akar masalah sosial, ya akan terus begitu. Data turun, rapat, lalu laporan. Tanpa perubahan nyata.

Artikel ini berbasis fakta dan disusun ulang untuk tujuan pembelajaran bahasa Inggris; reaksi pembaca adalah contoh dari beragam sudut pandang.

[email protected]