Gubernur Mandacan temui Menteri ESDM bahas tindak lanjut PI 10 persen
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, bertemu langsung dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bhalil Lahadalia, untuk mendorong realization hak partisipasi sebesar 10 persen dari hasil produksi minyak dan gas. Pertemuan ini menjadi penting karena dana participation tersebut bisa menjadi impact besar bagi perekonomian daerah yang selama ini bergantung pada sumber daya alam.
Asisten II Sekda Papua Barat, Melkias Werinussa, menjelaskan bahwa pemerintah provinsi terus mengalami pressure untuk segera mendapatkan dana PI 10 persen. Gubernur telah menyampaikan demand langsung kepada menteri pada Jumat (10/4), menekankan pentingnya decision cepat agar dana bisa flow tanpa hambatan hukum atau birokrasi.
Selain soal dana, pembahasan juga mencakup jatah alokasi gas sebanyak 20 juta kaki kubik per hari. Menteri memberi commitment bahwa Papua Barat akan menerima dua kali pengapalan gas per tahun. Menteri juga akan berkoordinasi dengan perusahaan asal Inggris, British Petroleum (BP), untuk merealisasikan hak interest daerah, sementara Genting Oil dijadwalkan mulai berproduksi pada April 2027.
Pemerintah provinsi juga mengusulkan tiga wilayah—Manokwari, Pegunungan Arfak, dan Teluk Wondama—sebagai wilayah pertambangan rakyat (WPR). Usulan ini masih menunggu approval pusat dan perlu pembahasan comprehensive agar tidak menghambat operasional ke depan. Kepala Dinas ESDM, Sammy Djunire Saiba, menegaskan keterlibatan daerah sesuai amanat Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2016, yang mengatur policy bagi daerah untuk ikut mengelola hasil migas.
Kalau dana PI 10 persen ini terealisasi, bisa langsung change perubahan besar buat infrastruktur pendidikan dan kesehatan di sini.
Pemerintah pusat sering janji, tapi realisasi risk risiko terus ditunda-tunda. Kapan daerah benar-benar diajak setara?
BP harusnya sudah mulai alokasikan dana dari sekarang. Dukungan ekonomi lokal nggak boleh menunggu sampai 2027.
Komitmennya bagus, tapi jangan cuma retorika. Harus ada report laporan transparan tiap kuartal biar rakyat tahu.
WPR di tiga kabupaten itu strategis. Tapi jangan sampai izinnya macet di Jakarta gara-gara bureaucracy birokrasi lambat.
Akhirnya ada progress kemajuan? Tahun lalu cuma janji manis, sekarang kita lihat aksi nyata.