Kejati Jatim siap terima pengaduan soal izin tambang yang dipersulit
Kejaksaan Tinggi Jawa Timur membuka pintu bagi masyarakat dan investor yang merasa dipersulit dalam pengurusan izin tambang, meskipun semua requirements sudah lengkap. Langkah ini menyusul terungkapnya dugaan corruption di lingkungan Dinas ESDM Jatim, yang melibatkan permintaan uang secara ilegal untuk memperlancar proses perizinan.
Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jatim, Wagiyo, menegaskan bahwa masyarakat tak perlu takut untuk report jika menemukan praktik bribery atau pungutan liar. Ia menyebut bahwa kasus ini terbongkar berkat public report yang merasa dipersulit, padahal dokumen mereka sudah memenuhi aturan. Ini menjadi bukti bahwa public trust masih bisa menjadi kekuatan dalam pemberantasan korupsi.
Penyidik menduga proses perizinan yang seharusnya berjalan otomatis melalui sistem Online Single Submission (OSS) sengaja delayed . Mereka yang tidak membayar uang pelicin mengalami obstacle , meski secara administratif sudah lolos. Untuk izin baru tambang, pungutan mencapai Rp50 juta hingga Rp200 juta, sementara perpanjangan meminta Rp50 juta-Rp100 juta—jumlah yang sangat besar bagi pelaku usaha kecil.
Dalam pengembangan kasus, Kejati menetapkan tiga tersangka, termasuk Kepala Dinas ESDM dan pejabat bidang pertambangan. Uang hasil dugaan pemerasan yang disita mencapai Rp2,36 miliar. Mereka dijerat dengan UU Tipikor dan KUHP Baru, sebuah decision yang diharapkan memberi efek jera dan mendorong change dalam tata kelola perizinan di sektor tambang.
Investor kecil mana sanggup bayar Rp50 juta cuma buat perpanjangan? Ini jelas barrier hambatan besar buat usaha lokal.
Akhirnya ada yang berani bertindak. Tapi kok selalu harus ada korban dulu sebelum action tindakan diambil?
Saya pernah ajukan izin air tanah, dua bulan macet. Pas tanya, katanya 'proses masih panjang'. Sekarang baru paham maksudnya.
Sistem OSS seharusnya transparan, tapi kalau oknum bisa manipulate memanipulasi, percuma saja teknologi canggih.
Harusnya ini jadi momentum untuk membersihkan sektor mining tambang, bukan cuma ganti muka pejabat.
Laporan masyarakat ternyata bisa berdampak besar. Semoga lebih banyak yang berani speak up bicara.