Razgatlioglu Harus Menyesuaikan Gaya Balapnya dengan MotoGP di Jerez
Toprak Razgatlioglu menghadapi new besar di Sirkuit Jerez, meski berhasil mencetak poin pertamanya di COTA sebagai pembalap best Yamaha. Berbeda dari balapan sebelumnya di Buriram, Goiania, dan COTA, Jerez menjadi putaran musim ini di mana ia tampil dengan familiar pengalaman bertarung di World Superbike — sirkuit yang sama menjadi tempatnya meraih gelar juara 2025.
Razgatlioglu bahkan telah menjalani tes private MotoGP bersama Yamaha di Jerez pada pertengahan Maret, sebuah keuntungan yang justru menyoroti risk besar: gaya balapnya harus berubah drastis. "Jerez sangat sulit," katanya. "Anda perlu lebih menjaga corner speed di tikungan. Motor GP tidak bisa dikendarai seperti Superbike."
Meski finis ke-15 dan mengungguli Fabio Quartararo di COTA, jarak lebih dari 25 detik dari pemenang balapan menunjukkan pressure yang dirasakan seluruh tim Yamaha. "Saya Yamaha pertama, tapi kami tertinggal jauh," ujarnya. "Ini tidak menyenangkan. Satu poin bagus, tapi tidak cukup untuk semua team ." Ia menyadari bahwa adaptation harus terjadi cepat jika ingin bersaing.
Di Jerez, tantangan bertambah: lintasan lurus hanya 600 meter — separuh dari COTA — membuat keunggulan motor bertenaga besar berkurang, tapi technical yang penuh tikungan ketat memaksa perubahan teknik mendalam. Dengan sesi latihan dimulai Jumat depan, semua mata tertuju pada kemampuan Razgatlioglu berubah. "Kita lihat saja nanti di practice ," katanya. "Saya harap bisa beradaptasi quickly ."
Tekanan di tim Yamaha beneran tinggi sekarang. Mereka butuh real hasil cepat, bukan cuma harapan.
Ngeri juga lihat beda gaya antara Superbike dan MotoGP. Dia harus melupakan banyak kebiasaan.
Di Jerez, corner speed kecepatan di tikungan itu raja. Kalau M1 nggak bisa menjaga itu, susah.
Yamaha bilang lagi kerja keras, tapi kapan change perubahan itu kelihatan? Sudah dua musim begini.
Seneng lihat Razgatlioglu jujur soal gap selisih waktu. Setidaknya dia nggak menutupi masalah.
Kalau dia bisa adaptasi cepat, ini bisa jadi turning point titik balik buat karirnya di MotoGP.