Kadis KPKP DKI Akui Sulit Musnahkan Ikan Sapu-Sapu Secara Satu Per Satu

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan, mengakui bahwa pemusnahan species ikan sapu-sapu secara manual bukanlah solution yang realistis. Jumlah ikan yang terus meluas membuat metode membunuh satu per satu menjadi impractical , apalagi jika mempertimbangkan tenaga dan resources yang dibutuhkan.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan experts dari dunia akademik dan praktisi lapangan untuk menemukan metode yang lebih effective . "Kami sedang mencari literatur, tapi tentu butuh preparation ," ujarnya, menekankan bahwa keputusan harus diambil dengan care agar tidak memicu pro dan kontra di masyarakat.

Tantangan ini muncul setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan warning terkait metode pemusnahan yang dianggap tidak manusiawi. Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Miftahul Huda, menyatakan bahwa mengubur ikan hidup-hidup mengandung unsur cruelty dan menimbulkan penderitaan yang tidak perlu—sesuatu yang bertentangan dengan prinsip kesejahteraan hewan atau welfare .

Meski demikian, MUI mengakui bahwa control populasi ikan sapu-sapu penting untuk menjaga ecosystem lokal. Spesies invasif ini dikenal merusak habitat alami dan mengancam spesies lokal. Jadi, meski tujuannya tepat, metode yang digunakan harus tetap mempertimbangkan ethics dan nilai-nilai kemanusiaan.

Reaksi 6

  • N
    NisaAir

    Mengubur hidup-hidup? Itu bukan control , tapi pembantaian. Harus ada cara yang lebih manusiawi.

  • P
    PakDodi

    Iya, ikan ini memang merusak, tapi jangan sampai kita jadi tidak berperikemanusiaan. Keseimbangan itu penting.

  • M
    MarBotani

    Pernah dengar metode biologis? Misalnya pakai predator alami? Lebih aman dan tidak menimbulkan controversy .

  • J
    JohanKLP

    Petugas juga manusia. Bayangkan harus kill ribuan ikan satu per satu. Itu bukan cuma melelahkan, tapi traumatis.

  • U
    UmmiFa

    MUI bilang boleh membunuh hewan jika ada manfaat, tapi dengan syarat tidak menyiksa. Jadi, method harus dievaluasi ulang.

  • R
    RioSungai

    Fokusnya jangan cuma pada pemusnahan. Bagaimana dengan pencegahan penyebaran? Itu lebih penting dalam jangka long-term .

Artikel ini berbasis fakta dan disusun ulang untuk tujuan pembelajaran bahasa Inggris; reaksi pembaca adalah contoh dari beragam sudut pandang.

[email protected]