Survei: Setkab dan BGN Masuk Daftar Lembaga dengan Eksposur Tertinggi
Sekretariat Kabinet (Setkab) dan Badan Gizi Nasional (BGN) muncul sebagai dua lembaga dengan exposure tertinggi dalam survei terbaru Cyrus Network bulan April 2026. Setkab meraih skor persepsi publik sebesar 86,3 persen, menempatkannya di posisi tiga besar bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan. Angka ini mencerminkan public attention yang tinggi, terutama di tengah sorotan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang berjalan.
Peneliti Cyrus Network, Syahril Ilhami, menyatakan bahwa tingginya perception ini erat kaitannya dengan pola komunikasi yang lebih intens dari pimpinan lembaga. Menurutnya, frekuensi publikasi aktivitas lembaga turut membentuk public view . Arya Fernandes dari CSIS menambahkan bahwa lembaga dengan narasi program yang terus muncul di ruang publik cenderung mendapat penilaian lebih tinggi, meskipun risk distorsi juga meningkat seiring tekanan opini.
Gaya komunikasi baru dari Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, yang mulai aktif memberikan keterangan langsung kepada media, menjadi sorotan. Pakar komunikasi digital Anthony Leong menilai langkah tersebut sebagai adaptasi terhadap pressure transparansi yang semakin tinggi. Respons langsung dinilai penting untuk menjaga alur informasi, terutama saat isu berkembang secara real-time dan membutuhkan keputusan cepat.
Namun, data lain menunjukkan kompleksitas di balik angka positif tersebut. Litbang Kompas mencatat 66 persen sentimen negatif di media sosial pasca insiden keracunan massal, sementara 34,5 persen responden dalam survei Cyrus Network justru menyarankan reallocation dari program MBG. Ini menggarisbawahi tantangan besar: eksposur tinggi bisa memperkuat trust , tetapi juga mempercepat krisis bila kinerja di lapangan tidak konsisten.
Eksposur tinggi itu dua sisi — bisa bangun trust kepercayaan, bisa juga bikin sorotan lebih tajam kalau ada masalah.
Setkab tiba-tiba sering muncul di berita, tapi jangan cuma pencitraan. Rakyat lihat hasil, bukan sekadar exposure eksposur.
Program MBG bagus, tapi insiden keracunan itu risk risiko besar. Kalau lapangan amburadul, semua komunikasi bagus jadi sia-sia.
Makanya, jangan terlalu percaya angka 86,3%. Persepsi bisa cepat change berubah kalau rakyat merasa dibohongi.
Teddy Indra Wijaya mulai sering bicara langsung? Itu bagus, tapi jangan sampai cuma jadi response respons instan tanpa substansi.
Angka 91% pengenalan program itu tinggi, tapi 66% sentimen negatif di medsos — artinya, public pressure tekanan publik sebenarnya makin menguat.