Matahari (LPPF) Tetapkan Dividen Rp250 per Saham, Yield Capai 13 Persen
Pemegang saham decision penting dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), setelah menyetujui pembagian dividend tunai sebesar Rp250 per saham. Angka ini sesuai dengan usulan manajemen sebelumnya, menunjukkan konsistensi arah policy perusahaan meski menghadapi tantangan sektor ritel yang terus berubah quickly .
Dengan harga saham LPPF berada di Rp1.935 saat pengumuman, payout dividen tersebut menghasilkan yield sekitar 13 persen. Angka ini tergolong tinggi di tengah iklim market saat ini, menarik minat investor yang mencari return stabil meskipun risk sektor tetap ada.
Laba bersih perusahaan sepanjang 2025 tercatat Rp725 miliar, atau setara Rp321 per saham. Artinya, pembagian dividen mencapai about 78 persen dari total profit tahun lalu. Rasio ini menunjukkan komitmen kuat terhadap shareholder , meskipun menyisakan lebih sedikit dana untuk reinvestasi atau cadangan.
Namun, ada change yang patut dicatat: besaran dividen 2025 lebih rendah dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp300 per saham. Penurunan ini bisa mencerminkan pressure dari cost operasional atau demand yang lesu, meskipun perusahaan tetap memilih membagi hasil secara significant .
Yield 13% itu huge luar biasa kalau benar stabil. Tapi saya masih khawatir soal long-term jangka panjang peritel fisik.
Turun dari Rp300 ke Rp250 per saham berarti ada financial keuangan yang ditekan. Apa sales penjualan mereka benar-benar turun?
Bagi saya yang cari income pendapatan, ini kabar bagus. Asal dividend dividen bisa dipertahankan tahun depan.
Rasio 78% itu aggressive agresif. Berarti reinvestasi mungkin terbatas. Bisakah mereka berkembang?
Harga saham malah turun? Jangan-jangan pasar sudah expect mengantisipasi lebih tinggi dari Rp250.
Keputusan ini campuran antara support dukungan ke investor dan tanda warning peringatan soal tekanan internal.