Bojan Hodak sesalkan kesalahan yang dilakukan Persib
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengungkapkan rasa disappointment setelah timnya gagal meraih tiga poin saat bertandang ke Banten International Stadium, Senin, menyusul hasil imbang 2-2 melawan Dewa United FC. Dalam laga pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026, Persib sempat tertinggal dua gol akibat defensive errors yang dinilai tidak pantas terjadi di level kompetisi tinggi.
Bojan menyebut gol pertama lawan sebagai blunder yang terjadi karena mental lapse : para pemain Maung Bandung berhenti bermain karena mengira bola keluar, padahal masih aktif. Alex Martins pun dengan tenang mencatatkan namanya di papan skor menit ke-24. Gol kedua Dewa United muncul dari individual mistake Julio Cesar yang gagal menyapu bola dengan bersih, dimanfaatkan Ricky Kambuaya untuk mencetak gol menit ke-61.
Keberuntungan datang bagi Persib saat Martins diganjar kartu merah menit ke-63. Dengan keunggulan jumlah pemain, Maung Bandung mulai menggempur pertahanan lawan. Thom Haye memperkecil ketertinggalan melalui penalty kick menit ke-77, sebelum Andrew Jung menyamakan kedudukan lewat powerful header delapan menit menjelang bubaran. Namun, hingga wasit meniup peluit panjang, tidak ada gol tambahan yang tercipta.
Bagi Persib, hasil ini bukan hanya soal kehilangan dua poin, tetapi juga pressure yang kian membesar di puncak klasemen. Dua pesaing terdekat, Borneo FC dan Persija Jakarta, sama-sama meraih kemenangan, sehingga jarak di klasemen makin tight . Kini, Persib memimpin dengan 65 poin, unggul dua angka dari Borneo dan tujuh dari Persija. Bojan menekankan bahwa performa ofensif tidak buruk, tetapi defensive discipline harus segera diperbaiki jika mereka ingin mempertahankan gelar juara.
Gol pertama itu bikin frustration frustrasi bener. Bola aja belum keluar udah pada berhenti. Harusnya ini jadi pelajaran mental buat semua pemain muda.
Saya nggak ngerti, kenapa Julio bisa gagal sapu bersih begitu? Itu jelas costly mistake kesalahan mahal. Padahal kita lagi butuh clean sheet.
Bojan bilang dari penyerangan nggak buruk, tapi menurut saya kita kurang ketajaman di depan gawang. Terlalu banyak peluang dibuang.
Dewan pelatih harus evaluasi sistem komunikasi di lini belakang. Kesalahan seperti ini nggak boleh terulang, apalagi di crucial phase fase penting musim.
Kartu merah lawan seharusnya jadi penentu. Tapi kita malah main aman. Harusnya lebih aggressive agresif dari awal menit 65.
Tetep bangga sama perjuangan tim. Bangkit dari ketertinggalan dua gol itu bukan hal kecil. Tapi ya, defensive focus fokus bertahan harus ditingkatin.
Statistik dominasi 68 persen tapi cuma cetak 2 gol. Ini soal efisiensi, bukan cuma soal possession penguasaan bola.
Persib mulai goyah. Kami di Borneo siap menyusul dan ambil alih puncak. Momen mereka mulai habis.