Tenaga Kesehatan di Aceh Mulai Diberi Imunisasi Campak-Rubella - Dinas Kesehatan Provinsi Aceh
Tenaga kesehatan di Aceh mulai menerima imunisasi campak-rubella (MR) setelah peluncuran resmi oleh Pemerintah Aceh di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh, pada Rabu (22/04/2026). Langkah ini menjadi strategy penting untuk menekan outbreak campak yang masih tinggi di wilayah tersebut. Peluncuran program dihadiri langsung oleh pejabat kesehatan utama, termasuk Plt. Kadinkes Aceh Ferdiyus dan Direktur RSUDZA Dr. Muhazar H, menandai komitmen nyata dalam melindungi garda terdepan layanan kesehatan.
Program ini menyasar seluruh tenaga medis, perawat, dokter umum, dokter gigi, hingga peserta internship di fasilitas kesehatan pemerintah. Menurut Ferdiyus, imunisasi wajib bagi semua tenaga kesehatan di seluruh fasilitas layanan, mulai dari rumah sakit daerah hingga Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Tujuannya jelas: melindungi mereka dari exposure penyakit sekaligus mencegah transmission di lingkungan rumah sakit dan puskesmas yang menjadi tempat mereka bekerja setiap hari.
Ferdiyus menekankan bahwa tenaga kesehatan berada dalam kelompok high-risk karena kontak langsung dan intensif dengan pasien. Imunisasi tidak hanya soal perlindungan diri, tetapi juga menjadi bentuk responsibility sosial. "Kami harap mereka menjadi role model bagi masyarakat," katanya, mendorong nakes menjadi agen edukasi di tengah masyarakat, khususnya di daerah seperti puskesmas dan desa.
Data menunjukkan urgensi langkah ini: sepanjang 2025, Aceh mencatat 5.063 kasus campak klinis dengan 1.233 positif terkonfirmasi dan enam kasus rubella. Hingga Maret 2026, jumlah kasus terus bertambah. Ferdiyus mengaitkan angka ini dengan rendahnya coverage imunisasi—hanya 34,3 persen untuk imunisasi dasar lengkap. Tantangan seperti penolakan masyarakat dan lemahnya sistem pelaporan membuat program ini krusial. Dengan melindungi tenaga kesehatan, pemerintah berharap bisa membangun public trust dan mendorong lebih banyak warga ikut divaksin.
health workers Tenaga kesehatan memang harus jadi prioritas. Mereka yang paling rentan terpapar dan bisa jadi penyebar tanpa sadar.
Baru sekarang diperhatikan? Kasus sudah tinggi baru gerak. response Respons seperti ini selalu terlambat.
Akhirnya! Kami di puskesmas desa setiap hari hadapi pasien dengan gejala campak. protection Perlindungan seperti ini sangat kami butuhkan.
Tapi masyarakat masih banyak yang takut vaksin. Harus ada edukasi lebih, bukan cuma policy kebijakan dari atas.
Kalau cakupan imunisasi anak saja cuma 23 persen, berarti masalahnya bukan cuma di tenaga kesehatan. community Masyarakat perlu diedukasi lebih dalam.
Langkah bagus, tapi apakah semua kabupaten punya stok vaksin cukup? implementation Implementasi di lapangan sering jadi masalah.
Ini bukan cuma soal vaksin, tapi juga soal membangun trust kepercayaan. Kalau nakes divaksin, itu sinyal kuat bahwa vaksin aman.