Menanti Janji Sehat: Perjuangan UHC di Tuban yang Belum Usai
commitment tak pernah berhenti mengalir dari relawan advocacy jaminan kesehatan di Tuban. Melalui pilar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) bernama Jamkeswatch, upaya mengawal national terus digelorakan, terutama dalam mendorong sistem BPJS Kesehatan agar lebih inklusif. Di tengah keterbatasan akses, mereka hadir sebagai pengawal yang tak kenal lelah, memastikan healthcare bukan hanya mimpi bagi rakyat kecil.
Pada Jumat (24/4/2026), relawan Jamkeswatch bertemu langsung dengan perwakilan BPJS Kesehatan untuk membahas percepatan universal (UHC) di Kabupaten Tuban. Targetnya jelas: menjamin access layanan kesehatan gratis bagi seluruh penduduk. Syaratnya pun sudah ditentukan — minimal 98 persen penduduk harus terdaftar dalam JKN-KIS, dengan tingkat keaktifan pembayaran iuran mencapai 80 persen. Tak kalah penting, local government harus berkomitmen mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk warga tidak mampu.
Perwakilan BPJS Kesehatan, Aprilina Putri S., mengungkapkan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan dengan berbagai pemangku kepentingan seperti Bappeda, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial. Selain itu, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari rumah sakit juga mulai berjalan, meski sebagian masih dalam proses. “Kami juga telah mendatangi companies di wilayah Tuban,” ujarnya, menunjukkan upaya sistematis untuk memperluas kepesertaan dan memastikan coverage tak lagi terputus.
Namun, tantangan masih mengintai. Kasus kepesertaan nonaktif selama masa peralihan vendor menjadi perhatian serius. Jamkeswatch menekankan pentingnya koordinasi cepat antara perusahaan pemenang tender dan BPJS agar rekening virtual segera diterima dan aktivasi peserta bisa berjalan lancar. Bagi Ketua DPD Jamkeswatch Tuban, Duraji, S.H., momentum May Day 2026 harus menjadi titik balik: “Harapan kami, seluruh tuntutan terkait jaminan kesehatan masyarakat dapat direalisasikan oleh Bupati Tuban.”
Dengan kolaborasi antara relawan, lembaga kesehatan nasional, dan pemerintah daerah, mimpi tentang equitable dan gratis mulai terasa lebih dekat. Tapi, seperti kata pepatah, jalan panjang masih membentang. Setiap step kecil dalam koordinasi ini adalah upaya nyata untuk memastikan tidak ada satu pun warga Tuban yang terlantar saat sakit menyerang. solidarity di ruang rapat hari itu bukan sekadar retorika — ia ditulis dalam daftar tuntutan, angka kepesertaan, dan janji yang belum tuntas.
Akhirnya ada yang benar-benar juara rakyat soal kesehatan. Semoga UHC bukan sekadar janji politik.
Kapan perusahaan tempat saya kerja didatangi? Sudah 3 bulan iuran macet, layanan jadi terganggu.
Senang dengar CSR rumah sakit mulai jalan, tapi tolong pastikan puskesmas juga kebagian.
98 persen peserta aktif itu angka tinggi. Butuh awareness kesadaran besar dari masyarakat, bukan cuma tekanan dari atas.
Sebagai tenaga medis, saya dukung penuh. Akses kesehatan adalah hak dasar, bukan hak istimewa.
Peralihan vendor selalu jadi alasan. Jangan-jangan sistemnya memang rapuh dari awal?
May Day jadi momen tepat. gerakan buruh harus terus desak pemerintah, jangan berhenti di pertemuan.
Saya terdaftar, tapi statusnya sering 'nonaktif'. Capek bolak-balik urus. Harusnya sistem lebih lancar.